Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Ajaib, Telur Penyu "Bicara" Sebelum Menetas

Berita Gres - Spesies penyu sungai Australia (Emydura macquarii) meletakkan sekumpulan telur di pasir sungai. Telur yang berada di bawah perkembangannya lebih lambat daripada yang di atas. Namun, telur di kedua bagian itu ternyata menetas bersama.

Ricky-John Spencer dari University of Western Sydney di Australia penasaran dengan fakta tersebut. Ia menduga bahwa telur-telur tersebut 'saling bicara' terlebih dahulu sebelum menetas.

Untuk membuktikan dugaannya, ia merancang eksperimen. Spencer membagi sejumlah telur menjadi dua bagian. Satu bagian diinkubasi di suhu lebih tinggi sementara bagian lain diinkubasi di suhu lebih rendah. Setelah 2/3 masa perkembangan telur, keduanya lalu disatukan kembali.

Hasil menunjukkan bahwa kedua bagian telur tetap menetas dalam waktu bersamaan. Ketika dipersatukan, telur yang lebih lambat perkembangannya mengejar sehingga bisa menetas di waktu yang sama.

Menurut Spencer, kedua bagian telur itu mungkin berkomunikasi secara kimia. "Telur itu sebenarnya bernafas. Mereka menghirup oksigen dan mengeluarkan CO2," katanya seperti dikutip New Scientist, Rabu (30/11/2011).

Spencer menjelaskan bahwa telur yang lebih cepat perkembangannya akan mengeluarkan CO2 lebih banyak. Konsentrasi CO2 ini yang menjadi semacam 'panggilan' sekaligus pemicu agar telur lain lebih cepat berkembang.

Hasil penelitian Spencer dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B edisi terbaru November 2011. Spencer menjelaskan bahwa menetas bersama sangat penting bagi kesintasan penyu. Hal itu akan memastikan individu yang rentan terlindungi dari predator. Mereka memiliki teman yang melindungi.

Sumber :NewScientist

Baca Terusannya »»  

Kebangkitan Roh Krakatau dari Dasar Laut

Berita Gres - Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."

Mendengar kabar samar dari warga, pada Januari 1928, geolog Belanda, JMW Nash, datang ke bekas kaldera Krakatau. Dia pun menyaksikan munculnya pulau baru atau lebih persisnya lapisan pasir berbentuk separuh lingkaran sepanjang sekitar 10 meter. Di pusat lengkungan, dia melihat gundukan batuan setinggi 8,93 meter di atas permukaan laut yang masih berasap. Lapisan pasir ini merupakan embrio kelahiran pulau gunung api yang diberi nama: Anak Krakatau. Gundukan yang menjadi pusat semburan itu kemudian terus menyembul ke atas dan menjadi kawahnya.

Kemunculan Anak Krakatau persis dengan ramalan Verbeek. Pada 1885, setelah beberapa kali kunjungan ke Krakatau, dia memperingatkan tentang kemungkinan kebangkitan roh Krakatau, "...jika gunung api ini melakukan aktivitas baru, diperkirakan pulau-pulau akan muncul di tengah cekungan laut yang dikitari oleh puncak Rakata, Sertung, dan Panjang, sebagaimana Pulau Kaimeni muncul dalam Kelompok Santorini, dan persis sebagaimana kawah Danan dan Perbuatan itu sendiri dulu dibentuk di laut di dalam dinding-dinding kawah purba."

Kelahiran kembali Anak Krakatau pasca-kehancuran 1883 menguatkan kisah tentang Proto Krakatau. Spekulasi ini awalnya disampaikan oleh George Adriaan De Neve yang menduga kaldera kuno Krakatau meledak pada abad ketiga masehi. Dia mendasarkan dugaannya pada dokumen sejarah dan deposit vulkanik yang terdapat di bawah laut Selat Jawa.

"Ada bukti bahwa jauh sebelum letusan 1883—barangkali 60.000 tahun yang lalu atau sebelum itu—ada sebuah gunung yang jauh lebih besar yang oleh beberapa orang geolog disebut Krakatau Purba yang mereka yakini setinggi 6.000 kaki dan terpusat di sebuah pulau yang nyaris bundar sempurna, dengan diameter 9 mil," sebut Winchester.

Namun, sebuah letusan dahsyat meluluhlantakkan pulau itu sehingga terbentuk gugusan pulau yang terdiri dari empat buah pulau kecil. Di ujung utara gugusan itu ada dua pulau karang yang rendah dan berbentuk bulan sabit, yang di timur disebut Panjang dan di sebelah barat disebut Sertung. Di dalam lingkaran yang dibentuk kedua pulau tadi, terdapat Polish Hat, yaitu potongan kecil batuan vulkanik, dan sebuah pulau yang terdiri dari tiga puncak, yaitu Rakata di puncak selatan, Danan di bagian tengah, dan Perbuatan di utara.

Keberadaan pulau-pulau ini sebelum letusan 1883 memang tak terbantahkan. Dari laporan-laporan perjalanan penjelajah Barat, pulau-pulau itu dulunya telah dihuni. Kapal Resolution dan Discovery yang dipimpin penjelajah Inggris terkenal, Kapten James Cook, pernah berhenti di Pulau Krakatau dua kali. Kedua kapal itu sedang dalam perjalanan mencari dunia selatan. Seperti yang dicatat oleh kolega Cook, botanikus Joseph Banks, pada Januari 1771, "Di malam hari membuang sauh di bawah pulau tinggi yang di kalangan para pelaut disebut Cracatoa dan oleh orang-orang India Pulo Racatta."

Banks melanjutkan laporannya, "... pagi ini ketika bangun kami melihat ada banyak rumah dan pohon-pohon perkebunan di Cracatoa, jadi barangkali kapal bisa menambah bekal di sini." Enam tahun kemudian Cook kembali singgah di sana dan masih menemukan desa-desa dengan ladang lada dan aneka tanaman lainnya.

Jauh sebelum para geolog berspekulasi soal keberadaan Proto Krakatau, orang-orang Jawa kuno sebenarnya telah memiliki keyakinan tentang keberadaan gunung ini. Bahkan, dalam mitologi Jawa, konon, Pulau Sumatera dan Jawa awalnya masih menyatu. Letusan Krakatau dianggap telah memisahkan daratan ini hingga menjadi dua pulau, seperti dituturkan dalam Kitab Raja Purwa yang ditulis pujangga Surakarta, Ronggowarsito, pada tahun 1869.

Alkisah, daratan Jawa dan Sumatera waktu itu masih menyatu. Suatu ketika, Sri Maharaja Kanwa, yang memimpin tanah Jawa, terbawa angkara dan menikam seorang pertapa yang bernama Resi Prakampa hingga tewas. Seketika itu juga Gunung Batuwara terdengar bergemuruh. Gunung Kapi—nama lama Krakatau—mengimbanginya dengan letusan dahsyat, keluar apinya merah mengangkasa, guruh guntur, air pasang menggelora, lalu datang bencana berupa air bah dan hujan lebat. Nyala api yang merah membara tidak terpadamkan oleh air, malah semakin besar. Gunung Kapi runtuh bercerai-berai masuk ke dalam bumi.

Air laut menggenangi daratan, mencapai Gunung Batuwara atau Gunung Pulosari ke timur hingga Gunung Kamula, Gunung Pangrango atau Gunung Gede, dan ke barat hingga Gunung Rajabasa di Lampung. Ketika laut telah surut kembali, Krakatau dan tanah-tanah di sekitarnya telah menjadi lautan. Di bagian barat laut dinamakan Pulau Sumatera dan di bagian timur dinamakan Jawa.

Narasi dalam Kitab Raja Purwa ini, bagi sebagian ilmuwan Barat hanyalah dongeng yang awalnya dipandang sebelah mata. Kitab ini nyaris tak pernah menjadi rujukan penelitian tentang Krakatau. Namun, belakangan, temuan lapisan endapan yang jauh lebih tua dibandingkan letusan 1883 menguatkan bahwa Krakatau pernah meletus sebelum tahun itu.

"Sebelum pembentukan kaldera 1883, Krakatau minimal dua kali meletus. Kami menemukan dua kelompok hasil letusan kaldera di bawah lapisan endapan yang terbentuk pada tahun 1883, lokasi persisnya di singkapan timur-tenggara Pulau Rakata dan Panjang," kata Sutikno.

Pendataan karbon yang dilakukan oleh Haraldur Sigurdsson tahun 1999 menemukan, di bawah endapan akibat letusan 1883 terdapat endapan yang terbentuk pada tahun 1215 masehi dan 6600 sebelum masehi.

Ahli tsunami, Gegar Prasetya, juga meyakini keberadaan Krakatau Purba yang pernah meletus jauh lebih hebat dibandingkan letusan tahun 1883. Bahkan, tidak menutup kemungkinan "dongeng" tentang pemisahan Jawa dan Sumatera akibat letusan Krakatau itu adalah kenyataan geologi.

Ken Wohletz dari Los Alamos National Laboratory telah membuat simulasi tentang kemungkinan pemisahan Pulau Jawa dan Sumatera itu akibat letusan leluhur Anak Krakatau. Kesimpulannya, letusan super (supereruption) berskala 8 dalam indeks letusan gunung api (volcanic explosivity index /VEI) sebagaimana letusan gunung api super (supervolcano) Toba di Sumatera Utara bisa sangat mungkin pernah terjadi di Krakatau.

Tak gampang membayangkan bagaimana kedahsyatan letusan Proto Krakatau itu, mengingat letusan Krakatau pada 1883 saja sudah sedemikian mengerikan dan menimbulkan petaka tak terperi.

Sumber : kompas.com (Tim Penulis: Ahmad Arif, Indira Permanasari, Yulvianus Harjono, C Anto Saptowalyono)
Baca Terusannya »»  

Alergi-alergi Aneh


Alergi debu, biasa. Alergi bulu anjing, sering ditemui penderitanya. Tapi alergi air? Nah loh. Masih ada alergi-alergi terhadap hal-hal yang mungkin tak pernah terpikirkan. Apa saja? Ini beberapa di antaranya.
Air
Alergi terhadap air disebut Aquagenic Urticaria. Penderitanya sangat jarang. Gejalanya, penderita akan merasa gatal-gatal, muncul tanda-tanda, serta luka di bagian kulit yang terkena air. Alergi ini berbahaya mengingat air adalah salah satu materi yang melimpah--terlepas dari masalah sulitnya akses ke air bersih.

Ahli medis belum mengetahui penyebab alergi air. Tapi, mereka menyadari bahwa histamin, yang menyebabkan banyak alergi, tidak dapat dijadikan alasan karena penderita alergi air tidak membaik ketika diberi antihistamin. Tebakan terbaik mereka: penderita alergi air mungkin bereaksi terhadap zat tambahan dalam cairan tersebut.

Ponsel
Materi pembuat ponsel mengandung nikel, suatu bahan yang dapat menyebabkan alergi pada banyak orang. Selain itu, radiasi, elektromagnet, dan gelombang mikro dapat memici reaksi alergi pada orang berkulit sensitif.

Sinar Matahari
Bak vampir, penderita photo uticaria (alergi sinar matahari), tidak dapat terkena sinar matahari. Apabila mereka terkena sinar matahari terlalu banyak, kulit mereka akan luka.

Efeknya dapat dikurangi dengan antihistamin dan steroid alergi. Tapi tetap saja mereka tidak dapat berjemur di pantai.

Seks
Ada wanita yang alergi terhadap air mani--pria juga ada. Dokter tidak mengetahui penyebabnya, tapi orang yang menderita Human Seminal Plasma Hypersensitivity akan menderita luka kulit setelah 10 menit terkena air mani.

Solusi masalah ini unik: semakin sering terkena air mani, tubuh akan semakin kuat terhadap air mani!

Deodoran
Jangan salahkan orang yang memiliki bau badan karena mungkin mereka tidak punya pilihan lain. Mereka alergi terhadap deodoran. Pengharum tubuh itu bisa menyebabkan sakit, gatal, kemerahan, dan luka pada kulit.

Untungnya saat ini sudah ada beberapa deodoran yang diresepkan dokter. Deodoran tersebut memiliki kandungan penyebab alergi yang sudah dikurangi. Selain itu, bedak bayi juga dapat digunakan sebagai pencegah bau badan.

Keringat
Keringat bisa mengandung banyak racun yang dikeluarkan oleh tubuh. Orang-orang yang memiliki kulit sangat sensitif bisa bereaksi terhadap racun tersebut. Gejalanya: kemerahan, gatal, bahkan luka yang sangat sakit dan berlangsung selama beberapa jam.

Seperti halnya beberapa alergi lain, dokter belum menemukan penyebabnya. Tapi dengan pengobatan sederhana, gejala bisa ditekan.

Olah Raga
Sangat sulit mendiagnosis alergi bernama Exercise Urticaria ini. Soalnya, ketika orang berolah raga, begitu banyak hal terjadi di dalam tubuhnya. Tapi, gejala yang biasa terjadi adalah gatal-gatal, bentol, mual, dan muntah. Ketika situasinya sudah parah, mereka bisa shock dan harus diberi suntuikan epinefrin.

Uang
Kebanyakan alergi uang terjadi karena uang logam yang terbuat dari nikel--tadi sudah disebutkan jika nikel menyebabkan alergi. Sulit menghindari nikel karena bahan ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari-hari--koin, senar gitar, baterai, magnet, dan lain-lain.

Sepatu
Sepatu mengandung pewarna, lem, karet, dan bahan-bahan lawin yang bisa bersentuhan dengan salah satu bagian tubuh yang mudah berkeringat, telapak kaki. Penderita alergi akan merasa gatal, kulit kemerahan, serta kulit mengelupas.

Obat-obatan alergi dapat menolong, tapi kalau seseorang menderita alergi terhadap karet atau kulit, mungkin ia harus sering bertelanjang kaki.

Itulah beberapa alergi aneh. Ada yang Anda punya?

sumber: egoTv
Baca Terusannya »»  

Ini 10 Pasukan Elite Terhebat Sepanjang Masa!


Majalah Time mengeluarkan daftar 10 pasukan elite terhebat sepanjang masa. Navy Seals menduduki peringkat pertama, disusul pasukan dari zaman Persia kuno, The Immortal.

Inilah 10 pasukan elite tersebut seperti ditulis majalah Time, Jumat (6/9/2011).
1. Navy Seals
Pasukan khusus AS ini langsung melejit namanya setelah sukses menewaskan buruan nomor 1 AS, Osama bin Laden. Seal merupakan akronim sea, air, land. Artinya pasukan elit ini mampu berlaga di tiga matra darat, laut dan udara. Personel Seal dipilih dan diseleksi dari personel militer AS yang terbaik.

2. The Immortal
Ini pasukan elite era Kerajaan Persia kuno. Saat menggempur Yunani, Herodotus mengumpulkan 10.000 orang pilihan. Mereka tangguh, mampu bergerak cepat dan dapat bekerja sama dengan baik. Seluruh personelnya dipersenjatai dengan pedang dan panah.

3. Brigade Gurkha
Brigade Gurkha terdiri seluruhnya dari warga Nepal yang mengabdi untuk tentara Inggris. Pasukan ini berdiri sejak 1815. Keberanian pasukan Gurkha ini melegenda. Hampir dalam setiap pertempuran yang melibatkan Inggris, mereka diterjunkan. Termasuk dalam konfrontasi di Malaysia saat era Dwikora dulu. Pasukan ini mempunyai pisau khas, yang bernama Kukri.

4. The Knights Hospitaller
Para ksatria ini dikenal saat perang salib periode pertama. Mereka adalah biarawan yang sering menolong para peziarah Kristen yang hendak melayat ke Yerusalem. Keberanian dan kegigihan mereka selama perang salib membuat namanya melegenda.

5. Special Air Service (SAS)
Pasukan elit Inggris ini dibentuk di Libya tahun 1940, saat perang dunia ke-2 berkecamuk. SAS merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia di era modern ini. Banyak negara menjadikan SAS sebagai kiblat pasukan khususnya. Misi pembebasan sandera di Kedubes Iran di London tahun 1980, salah satu yang membuat nama SAS melambung.

6. Green Berets
Dibentuk tahun 1952, pasukan green berets merupakan pasukan terbaik AD AS. Ingat Rambo? Nah, Rambo diceritakan adalah salah satu anggota pasukan elit ini. Green berets bertempur mulai dari Vietnam, Afganistan hingga melawan pengedar narkoba di Amerika Selatan. Selain jago bertempur dan mengoperasikan aneka senjata, salah satu kemampuan green berets adalah melatih gerilyawan lokal untuk melawan pasukan lawan.

7. The Varangian Guard
Mereka dianggap sebagai keturunan pelayar Viking. Kecakapan dalam pertempuran membuat mereka disegani di dunia Mediterania. Pada awal abad ke 11 Masehi, kaisar Bizantium Basil II yang berkuasa mengumpulkan pengawal pribadinya dari orang-orang ini. Varangians menempati peringkat elit tentara kekaisaran, mengenakan baju besi berat dan sering menghunus kapak besar.

8. The Hashishin
Kelompok ini berdiri di Iran sekitar abad ke-11 atau ke-12. Sebelum beraksi mereka melakukan ritual menghisap ganja atau hashis. Hashishin dikenal memiliki kemampuan yang tinggi untuk menculik atau membunuh lawan-lawan politik mereka. Karena itu kata 'assassin' atau pembunuh dalam bahasa Inggris, diambil dari nama kelompok Hashishin.

9. Israeli Special Forces
Awalnya berdiri tahun 1948, sebagai peleton khusus misi-misi pengintaian. Kini satuan ini berkembang sebagai salah satu pasukan komando terbaik di dunia. Membebaskan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976 menjadi salah satu keberhasilan pasukan Yahudi ini. Pasukan ini pula yang mencegat konvoi Mavi Marvara yang hendak menembus blokade Israel atas Palestina, tahun lalu.

10. The Jaguar Warriors
Mereka berasal dari kebudayaan Aztec di Amerika Selatan. Sesuai namanya, pasukan ini mengenakan kulit jaguar sebagai pakaian perangnya. Senjata mereka adalah batu tajam yang bergerigi. Namun pasukan ini tidak mampu menahan pasukan invasi spanyol yang dilengkapi meriam dan senjata api.
Baca Terusannya »»  

Semut "Monster" Ukurannya Sebesar Burung


Sungguh kejutan. Ditemukan fosil semut "monster" di Wyoming, AS, yang diperkirakan berumur 50 juta tahun. Disebut monster karena panjang tubuhnya lima sentimeter. Temuan di luar AS "hanya" tiga sentimeter.
Fosil utuh itu ditemukan pada Formasi Green River oleh kolektor fosil, Louis Lube. Kini fosil itu disimpan di Museum Sains dan Alam Denver.

"Ini semut raksasa. Seperti jenis semut raksasa lain di Jerman," kata ahli serangga purba, Bruce Archibald, dari Simon Fraser University, ketika disodori temuan itu oleh kurator museum.

Archibald menamainya Titanomyrma lubei. Ada pertanyaan seputar keberadaan semut raksasa di sejumlah benua. Diduga, si semut monster itu bermigrasi dari benua di luar Amerika ke Wyoming beberapa juta tahun silam, melintasi daratan Arktik ketika temperaturnya masih hangat.

sumber: kompas.com
Baca Terusannya »»  

Stegodyphus, Laba-laba Pemakan Induk Kandung


Bagi banyak spesies hewan, termasuk laba-laba, kawin merupakan tanda-tanda bahwa hidup mereka akan segera berakhir. Khusus untuk laba-laba spesies Stegodyphus, menjadi seorang ibu merupakan tindakan yang jauh lebih dari sekadar menjaga sarang dan memberi makan anak-anaknya.

Dikutip dari Life Little Mysteries, 9 Mei 2011, laba-laba Stegodyphus betina menempatkan kepompong telur di jaring laba-laba. Ia kemudian menjaga telur-telur itu sampai bayinya menetas.

Setelah menetas, sang induk laba-laba terus mencari makan. Namun sebagian besar makanan yang ia santap dimutnahkan kembali untuk menjadi santapan penuh nutrisi bagi anak-anaknya saat mereka masih kecil dan tinggal di jaring laba-laba induknya.

Hal ini dilakukan oleh induk laba-laba hingga anaknya berusia sekitar satu bulan.

Setelah sebulan berlalu, induk laba-laba kemudian akan berbaring terlentang. Tujuannya agar anak-anak laba-laba bisa memanjat tubuhnya lalu membunuhnya.

Anak-anak laba-laba itu kemudian memanjat tubuh lalu membunuh induknya. Caranya, mereka menyuntukkan racun dan enzim pencernaan ke tubuh sang ibu lalu memakannya.

Setelah mereka menyantap induknya, para anak-anak ini lalu berpaling ke sesamanya untuk saling memakan. Mereka memakan sebanyak mungkin saudara mereka sebelum meninggalkan jaring laba-laba milik almarhum ibunya itu.

sumber: vivanews.com
Baca Terusannya »»  

Mengapa Menjadi 'Zombie' Saat Tidur?



Jika baru-baru ini Anda mengalami berjalan sambil tidur, berikut kemungkinan mengapa seseorang memasuki keadaan zombie seperti itu.

Menurut para ahli, jalan sambil tidur disebabkan kurangnya jam tidur. Menurut kepala tim penyelidik fenomena ini, Antonio Zadra dari Universite de Montreal, orang yang berjalan sambil tidur harus menjaga jam tidurnya guna menghindari terjadinya hal tersebut.
Penderita jalan sambil tidur disebut somnabulisme. Somnabulisme yang diderita 4% orang dewasa ini bisa menyebabkan kebingungan mental, amnesia, bahkan luka fisik saat mereka berjalan-jalan ke luar.

Menurut Direktur University of Washington Sleep Disorders Center di Harborview Medical Center Dr Vishesh Kapur, jalan sambil tidur umumnya ditemui pada anak-anak namun terkadang juga biasa muncul saat anak sudah besar.

Pada edisi Februari 2008 jurnal Annals of Neurology, Zadra, Mathieu Pilon dan Jacques Montplaisir menjelaskan bagaimana mereka mengevaluasi 40 orang yang dicurigai berjalan dalam tidur.

Masing-masing ‘tersangka’ dirujuk ke Sleep Research Centre di Sacr-Coeur Hospital, rumah sakit pendidikan Universit de Montral antara Agustus 2003 hingga Maret 2007. “Studi kami menemukan, kurang tidur cenderung memicu jalan dalam tidur seseorang,” kata Zadra.

Subyek yang ambil bagian dalam studi ini sepakat mengubah dasar pola tidur selama penilaian sepanjang malam awal. Selama kunjungan berikutnya, pasien tetap terjaga sepanjang malam dan tetap berada di bawah pengawasan konstan.

Tidur pemulihan diizinkan di pagi berikutnya setelah pasien terjaga selama 25 jam. Subyek direkam di tiap periode tidur sembari tim riset mengevaluasi perilaku mereka. Rekaman mulai dari memainkan seprei hingga berusaha melompati rel tidur.

Subyek dievaluasi pada skala tiga poin berdasarkan kompleksitas tindakan mereka. Selama tidur awal, hanya setengah pasien menunjukkan 32 perilaku tersebut. Selama tidur pemulihan, angka tersebut meningkat 90%. Studi ini didukung Canadian Institute of Health Research.

“Berjalan dalam tidur adalah gangguan gairah, semacam campuran keadaan,” kata Kapur. Terdapat tiga keadaan dalam dunia tidur, terjaga, tidur non-REM (gerak mata cepat) dan tidur REM (paling terkait mimpi).

Berjalan dalam tidur merupakan campuran bangun dan tidur non-REM, ungkapnya. Semacam gairah atau gangguan tidur juga bisa memicu berjalan dalam tidur, kata Kapur. Jadi, orang yang memiliki gangguan pernapasan (apnea) saat tidur (mendengkur umumnya disebabkan apnea) terkadang bisa berjalan dalam tidur.

Hal tersebut dikarenakan, apnea bisa menciptakan suatu keadaan dimana seseorang berada pada kondisi antara tidur non-REM dan terjaga.

Genetik keluarga juga bisa mempengaruhi ‘calon’ penderita jalan dalam tidur, ungkap Kapur. Namun, masih banyak yang belum diketahui mengenai alasan beberapa orang berjalan dalam tidur dan lainnya tidak.

“Kita tahu berjalan dalam tidur lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Adanya faktor predisposisi mungkin menjadi fakta anak-anak mengalami gelombang lambat tidur, tidur non-REM dalam merupakan awal berjalan dalam tidur,” lanjut Kapur.

Salah satu perhatian utama berjalan dalam tidur adalah, cedera pada diri sendiri atau orang lain. Bila ada masalah perilaku kompleks yang membuat seseorang pergi dari rumah atau berpotensi melakukan kegiatan yang dapat melukai diri, mereka harus dievaluasi dan diobati, jelas Kapur.

Pengobatan berjalan dalam tidur meliputi kebersihan tidur yang lebih baik, menjaga jadwal tidur yang teratur (untuk menghindari kurang tidur) dan menghindari kelebihan alkohol serta kafein, terutama di malam hari. Untuk kasus ekstrim, pengobatan melalui medis bisa dilakukan.
sumber: inilah.com
Baca Terusannya »»  

Otak Burung Kota Lebih Besar



Burung butuh otak lebih besar agar mampu bertahan di lingkungan perkotaan yang sulit. Sekelompok peneliti asal Swedia dan Spanyol yang dipimpin oleh pakar biologi Alexei Maklakov, melakukan survei terhadap 82 spesies burung gereja, termasuk burung pipit serta jenis burung lain yang umum bertengger di 12 kota besar di kawasan Eropa tengah.

Mereka kemudian membagi burung-burung itu ke dalam kelompok yang lahir dan besar di perkotaan serta mereka yang besar di kawasan pinggiran. Kemudian peneliti membandingkan ukuran otak kedua kelompok burung itu.

Hasilnya, seperti dimuat di jurnal Biology Letters, burung yang hidup di kota besar memiliki otak yang lebih besar dibanding burung sejenis yang tinggal di pedesaan.

Peneliti memperkirakan, burung membutuhkan otak yang lebih besar dibanding burung-burung di kawasan lain agar mampu bertahan dalam lingkungan perkotaan yang penuh tantangan.

“Ini merupakan pertama kali ukuran otak diketahui menjadi faktor utama keberhasilan seekor hewan bertahan dalam lingkungan tempat tinggalnya,” kata Maklakov, seperti dikutip dari Earthweek, 30 April 2011.

Namun demikian, tetap ada beberapa pengecualian. “Beberapa jenis spesies burung berotak kecil cukup beruntung karena tetap mampu bertahan hidup di kawasan perkotaan yang dekat dengan habitat asli mereka,” ucapnya.

Dalam laporannya, para peneliti juga menyebutkan, pemerintah kota yang ingin mengundang burung-burung liar untuk tinggal di kotanya perlu membuat kawasan mereka semirip mungkin dengan habitat asli para burung.

sumber: vivanews.com
Baca Terusannya »»  

Benarkah Pohon Bisa 'Bicara'?


Ternyata tak cuma hewan yang bisa berkomunikasi satu sama lain. Peneliti menyimpulkan bahwa pohon pun mampu menjalin komunikasi kepada sesamanya.

Seperti dilansir oleh situs IO9, Ian Baldwin, Director Max Planck Institute for Chemical Ecology, mempublikasikan sebuah paper yang menyimpulkan bahwa pohon bisa menyebarkan sebuah senyawa kimia untuk 'berkomunikasi' dengan pohon lain di dekatnya.

Menurut Baldwin, ketika sebuah pohon yang ia teliti diserang oleh insektisida, pohon itu akan memproduksi tanin dan berbagai senyawa kimia lainnya.

Senyawa itu biasanya dilepas untuk menghambat pertumbuhan dan tersedianya makanan bagi larva insektisida itu, serta untuk mempertahankan diri dari serangan lebih lanjut dari insektisida tersebut.

Temuan Baldwin lainnya, setelah itu ternyata tak cuma pohon yang terserang insektsida saja yang mengeluarkan senyawa kimia itu, melainkan juga pohon-pohon lain yang belum diserang, mengeluarkan senyawa yang sama.

Baldwin dan rekan-rekannya berkesimpulan, senyawa kimia itu dikeluarkan sebagai mekanisme untuk memperingatkan potensi bahaya yang dihadapi oleh pohon-pohon lain sehingga juga bisa mempersiapkan pertahanan diri.

Penelitian lebih jauh menggunakan analisa molekuler dan genetika menemukan bahwa senyawa kimia dilepaskan melalui daun, mulai dari molekul kecil sederhana seperti ethylene, hingga senyawa yang lebih komplek seperti methyl jasmonate.

Senyawa-senyawa tersebut berdifusi dengan udara, dan ketika menyentuh pohon lain, maka pohon itu merespon dengan melakukan perubahan pertumbuhan dan sintesis kimia.

"Bentuk komunikasi kimiawi dari tumbuhan yang kita duga adalah semacam teriakan tak langsung "Ada bahaya!" atau "Awas!", namun bukan seperti dialog."

Sementara akar pohon pun juga akan mengeluarkan sejumlah komunikasi kimiawi yang berbeda. Namun, karena senyawa ini berada di lapisan tanah, ia tidak akan bisa menyebar sejauh senyawa kmia yang menyebar lewat udara dan air.

Kini para peneliti tengah berupaya meneliti dan mengurai senyawa-senyawa kimia itu agar senyawa informasi itu dapat dimodifikasi dan digunakan secara genetik untuk keperluan pembasmian hama untuk tanaman yang akan dipanen.

sumber: vivanews.com
Baca Terusannya »»  

Orangutan Jago Memancing Ikan


Penelitian di tiga pulau di Indonesia menunjukkan bahwa orangutan mampu memancing ikan dengan alat yang sederhana.

Menurut laporan Anne Russon dari York University di Toronto, orangutan di Kalimantan menangkap ikan untuk disantap. Selama dua tahun penelitian, Russon melihat beberapa orangutan menggunakan tongkat untuk menikam. Beberapa ikan yang panik akan meloncat keluar dari air dan ditangkap orangutan.

Biasanya, orangutan memancing ikan sendiri. Tapi beberapa kali, Russon mendapati sepasang orangutan memancing bersama. Salah satu orangutan mengambil ikan sementara orangutan lainnya menyaksikan. "Orangutan yang menyaksikan mungkin sedang mempelajari cara menangkap ikan," Russon berspekulasi.

Russon juga mengatakan bahwa orangutan memakan ikan untuk mendapatkan nutrisi penting. "Ikan mengandung lemak yang penting untuk pertumbuhan otak," jelasnya.

Kebiasaan memancing oleh orangutan ini memunculkan kemungkinan hominid makan daging, termasuk ikan, sebelum munculnya genus Homo sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Demikian menurut antropolog David Braun dari University of Cape Town di Afrika Selatan. Saat ini, para antropolog mengasumsikan bahwa pemakan daging pertama adalah spesies awal Homo.

Russon mengawasi tingkah laku orangutan di Kalimantan mulai 2004 sampai 2006. Menurut mereka, primata tidak terlalu sering memancing ikan. Simpanse juga beberapa kali mengambil ikan. Beberapa spesies babon juga diketahui menangkap ikan dengan tangan.

sumber: nationalgeographic.co.id
Baca Terusannya »»  

Ayam Unik, Satu Keturunan Berjari 10


SUBANG- Satu turunan ayam yang dimiliki Iwan, warga Kampung Ciomas, Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipendeuy, Subang, Jawa Barat, ini memiliki keunikan tersendiri. Ayam ini memiliki jari pada kaki sebanyak 10 buah.

Sepintas ayam-ayam tersebut tidak ada yang aneh, namun jika dilihat lebih seksama, kaki ayam-ayam ini memiliki sepuluh jari. Padahal, umumnya seekor ayam hanya memiliki jumlah delapan jari.

Menurut Iwan, pertama kali dirinya menemukan induk ayam tersebut secara tidak sengaja. Akhirnya ayam tersebut dipelihara hingga berkembang biak. Kini, seluruh keturunan induknya memiliki jari kaki yang melebihi dari jumlah jari kaki ayam biasanya.

“Pertama kali saya menemukan induk ayam unik ini secara tidak sengaja, karena unik saya langsung pelihara,” ujar Iwan.

Sebelumnya Iwan memiliki 10 ekor ayam unik ini termasuk induknya, jumlah jari kaki per ayam antara sembilan sampai 11 jari. Namun kini ayam unik ini hanya bersisa empat ekor saja, sisanya mati tanpa sebab. Seluruh ayam tersisa berjari 10.

“Sebelumnya saya sempat punya 10 ekor ayam, tapi entah kenapa yang lainnya mati,” ujarnya heran. Iwan mengaku belum berniat menjual ayam-ayam itu karena keunikannya.

sumber: okezone.com
Baca Terusannya »»  

Ayam 2 Kali Disembelih Masih Hidup


PALANGKARAYA- Ayam tidak mati meski sudah disembelih berulang kali, ternyata tidak hanya terjadi di Sumenep, Jawa Timur, dan Banyumas, Jawa Tengah. Di Kapuas, Kalimantan Tengah juga ada ayam serupa.

Ayam jago milik Hendra, warga Jalan KS Tubun, Kapuas, Kalteng, tetap hidup meski lehernya sudah dipotong sebanyak dua kali hingga tenggorokan putus. Kejadian ini berlangsung pada sepekan lalu, namun hingga hari ini masih hidup dan berjalan layaknya ayam sehat.

Tidak saja si pemiik ayam, warga sekitar pun dibuat geger seakan tidak percaya kalau ayam ini masih hidup.

Hendra saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/4/2011) menceritakan, awalnya dia memotong ayam itu untuk dimakan pada Kamis 7 Maret lalu. Namun anehnya meski sudah disembelih hingga saluran tenggorokan putus, ternyata ayam tersebut masih berdiri tegak.

Hendra kemudian menyembelih kembali ayamnya untuk kali kedua. Lagi-lagi, ayam itu tidak mati juga.

Kini, Hendra yang mengaku mendapat ayam jago itu dari kerabatnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 3 bulan lalu, tidak berani lagi menyembelih ayam dan dibiarkan hidup seperti biasa.

Anehnya, ayam milik Hendra sehari-hari tetap mencari makan dan minum seperti biasa. Hanya saja makanan yang ditelan itu langsung keluar dari saluran tenggorokan yang sudah terpotong.

Diberitakan okezone sebelumnya, di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ayam jago tidak mati meski tenggorokannya putus, hingga hampir sepekan.

Ayam milik Wakid Hobsi, pengasuh Perguruan Ilmu Batin, menceritakan, awalnya ayam tersebut akan dijadikan perangkat selamatan murid-muridnya yang akan menjalani ritual khusus menjelang kenaikan tingkat.

Saat itu, ada sekira 42 ekor ayam yang akan digunakan sesajen dalam ritual atau selamatan muridnya. Ketika disembelih, seekor ayam jantan tidak kunjung mati.

Sama halnya dengan ayam jago milik Eko Hardiyanto, warga Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Ayam jago itu sudah 10 hari hidup dengan tenggorokan terputus. Eko, rencananya akan membuat ayam jago miliknya hidangan acara 100 hari istrinya. Namun ternyata, ayam jago itu tidak mati juga setelah disembelih hingga tenggorokannya putus.

Ayam tersebut tidak bisa menelan makanan karena lantaran selalu keluar melalui tenggorokan yang putus. Akhirnya, Eko memberi makan melalui pipet dan langsung dimasukkan ke tembolok dari tenggorokan yang putus.

sumber: okezone.com
Baca Terusannya »»  

Ada Jabal Magnet di Banyumas


BANYUMAS - Di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, atau tepatnya di area Balai Besar Pembibitan Ternak Sapi Perah inilah, daya tarik magnet cukup terasa.

Kekuatan daya tarik magnet ini bahkan bisa menarik mundur hampir semua jenis kendaraan roda empat, meski kondisi mesin dimatikan. Kekuatan daya tarik magnet terlihat cukup besar, dengan dibuktikan laju kendaraan pada jalan yang cukup menanjak ini.

Beberapa warga yang mencoba mematikan mesin mobilnya kemudian turun dari mobil dibuat terkejut, saat mobil miliknya bisa melaju mundur sendiri. Mereka pun mengejar mobilnya karena takut menabrak saat mobil melaju tanpa pengemudi. Kekuatan daya tarik magnet ini sendiri berada di tengah jalan dengan panjang sekira 200 meter.

Banyak warga setempat yang biasa melewati jalan ini mengaku baru tahu jika jalan tersebut mengandung daya tarik magnet. Karena penasaran, merekapun akhirnya mencoba membuktikan sendiri dengan menggunakan sepeda motornya.

“Walah Mas, saya baru tahu jika jalan ini mengandung daya tarik magnet,” ujar Warjono, warga setempat di Banyumas, Minggu (17/4/2011).

Sementara menurut Agus Catur (45), warga yang menemukan lokasi daya tarik magnet ini mengatakan, dirinya saat itu sedang memarkirkan mobilnya tanpa menggunakan rem tangan. Namun dia terkejut saat mobilnya tiba-tiba mundur padahal jalan cukup menanjak.

“Saat itu saya sedang memarkir mobil saya tanpa rem tangan, eh…tiba-tiba mobil mundur sendir. Padahal jalan cukup menanjak. Ini persis di Jabal Magnet Madinah saat saya pergi haji waktu itu,” ujar Agus Catur.

Meski terbukti mempunyai daya tarik magnet, namun kebenarannya belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Warga berharap, jika jalan ini benar-benar mempunyai daya tarik magnet, mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Banyumas bisa menjadikan sebagai obyek wisata.

sumber: okezone.com
Baca Terusannya »»  

Gurita Bercangkang Batok Kelapa


Para ilmuwan Australia telah menemukan gurita di Indonesia yang mengumpulkan batok kelapa untuk dijadikan rumah. Ini bisa jadi merupakan penemuan perilaku tingkat lanjut yang pertama bagi binatang invertebrata (tanpa tulang belakang) yang mampu memakai alat.

Para ilmuwan memfilmkan gurita Amphioctopus marginatus itu yang tengah memilah kumpulan batok-batok kelapa di dasar lautan, mengosongkan isinya, dibawa di bawah tubuhnya sejauh 20 meter, dan kemudian mengatur dua batok sehingga membentuk bola tempat bersembunyi.

Julian Finn dan Mark Normann, dari Musium Victoria di Melbourne, selama beberapa kali mengunjungi Sulawesi Utara dan Bali untuk menyelam, antara periode 1998 sampai 2008, telah melihat aktivitas janggal dilakukan oleh empat gurita berbeda. Penemuan mereka diterbitkan, Selasa (15/12/2009) di majalah Current Biology.

"Saya sampai tercengang," kata Finn, seorang peneliti pakar biologi dari musium yang berspesialisasi pada Cephalopoda. "Maksudku, aku sering melihat gurita bersembunyi di balik batok kelapa, tapi aku tadinya belum pernah melihat ada yang bisa mengambil batok, dan menariknya. Aku sampai harus menahan tawa."

Gurita seringkali memakai barang apa saja untuk berlindung. Tapi para ilmuwan telah menemukan bahwa gurita berpembuluh darah itu selangkah lebih maju karena bisa menyiapkan batok-batoknya, dengan cara membawanya cukup jauh, lalu mengaturnya di tempat lain.

"Itu adalah contoh pemakaian alat, yang mana belum pernah ditemukan pada mahluk invertebrata sebelumnya," kata Finn.

"Bedanya dari umang-umang darat ialah gurita ini mengumpulkan batok-batok untuk digunakan belakangan, jadi ketika memindahkan batok, gurita itu tak terlindungi," kata Finn. Hal ini unik karena batok itu tak langsung dipakai, berarti gurita itu bisa berpikir untuk masa depan. "Karena bisa mengumpulkan batok untuk digunakan nanti maka gurita ini unik."

Para peneliti berteori bahwa kemungkinan besar jenis gurita itu dulunya memang bercangkang. Tapi begitu manusia tahu membelah kelapa dan membuang batoknya ke laut, gurita-gurita itu menemukan cara yang lebih baik untuk berlindung, tutur Finn.

Penemuan ini berarti, karena ini menunjukkan bahwa hewan mampu untuk menunjukkan perilaku yang lebih rumit, menurut Simon Robson, lektor kepala bidang biologi tropis dari Universitas James Cook di Townsville.

"Gurita memang menonjol sebagai hewan invertebrata yang cerdas," Robson memaparkan. "Mereka memiliki indra penglihatan yang cukup berkembang dan otak yang cukup cerdas. Jadi aku rasa penemuan ini menunjukkan kemampuan perilaku rumit yang bisa dilakukan organisme ini."

Di kalangan ilmiah memang selalu ada perdebatan tentang definisi 'penggunaan alat' dalam dunia hewan, menurut Robson. Para peneliti Australia menjabarkan 'alat' sebagai barang yang dibawa atau disimpan untuk keperluan mendatang. Tapi ada juga ilmuwan lainnya yang beda pendapat, jadi sulit untuk menentukan dengan pasti apakah ini memang perilaku penggunaan alat pada hewan invertebrate atau bukan, kata Robson. Tapi biar bagaimanapun ia tetap menganggap penemuan ini sangat menarik.

"Ini satu lagi contoh yang membuat kita sadar betapa miripnya manusia dengan alam. Kita hanyalah perpanjangan dari planet ini," tandasnya.

Sumber: kompas.com
Baca Terusannya »»  

Ikan Mas Transparan yang Unik


TOKYO - Para peneliti Jepang memang tidak pernah habis akan ide-ide brilian. Setelah sebelumnya mengembangbiakkan katak transparan, kini peneliti Jepang berhasil mengembangbiakkan ikan mas tembus pandang.

Dengan mata telanjang, orang awan bisa melihat langsung jantung ikan mas yang sedang berdetak beserta organ-organ lainnya.



Hewan tembus pandang ini dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi kebutuhan pembedahan dalam tiap kelas-kelas biologi di sekolah. Sebelumnya praktek pembedahan hewan dalam kelas biologi memang mengundang kontroversi dari banyak kalangan di Jepang.

Hasil penelitian tim gabungan Universitas Mie dan Universitas Nagoya tersebut menghasilkan ikan mas yang disebut dengan 'ryukin'. Spesies ini dikembangkan dari perkimpoian ikan mas yang pada saat penetasannya tidak sempurna dengan Ikan Mas berwarna pucat.

"Anda bisa melihat secara langsung jantung dan organ lain dari ikan tersebut, karena sisik dan kulit tidak memiliki pigmen," ucap Profesor Yutaka Tamarus seperti dikutip AFP, Rabu (30/12/2009).

Ikan tembus pandang ini nanti bisa hidup selama 20 tahun, sementara panjangnya dapat bertambah hingga 25 Centimeter serta berat mencapai dua Kilogram.

Pada 2007 lalu sekelompok peneliti mengumumkan berhasil mengembangkan katak tembus pandang. Masayuki Sumida seorang Profesor dari Institut Biologi Amphibi Universitas Hiroshima, memperkirakan katak transparan ini akan beredar luas di laboratorium serta sekolah di Jepang tahun depan.

Harga hewan-hewan unik nantinya berkiras 10.000 Yen atau sekira Rp1 juta (Rp102,658 per Yen). Cukup mahal untuk sebuah ikan hias.


Sumber : Okezone.com
Baca Terusannya »»  

Cara Bersosial Semut Merah Seperti Facebook

Semut menggunakan sistem sinyal kimiawi dalam berkomunikasi.
Sekelompok peneliti dari Stanford University berkesimpulan bahwa cara semut bersosialisasi dengan rekan-rekannya mirip dengan orang bersosialisasi melalui jejaring sosial Facebook.
Saat tim yang dikepalai oleh Noa Pinter-Wollman meneliti interaksi antara semut merah (Pogonomyrmex barbatus) yang berada di daerah gurun Amerika Barat Daya, para peneliti menemukan cara berkomunikasi yang unik antara sesama mereka.

Seperti dilansir dari situs Physorg, setiap semut menggunakan sistem sinyal kimiawi untuk berkomunikasi. Molekul-molekul kimia itu dikeluarkan melalui exoskeleton (bagian tubuh keras terluar) mereka dan ditransfer kepada semut-semut sesama koloni, ketika antena mereka menyentuh atau menggosok satu sama lain.

Dengan cara ini, mereka bisa saling berkomunikasi untuk mengetahui dari mana semut-semut itu sebelum bertemu, apa ada sumber makanan yang mereka temukan, atau bahkan adakah predator yang mengancam wilayah itu.

Peneliti membuat sebuah kamar kecil untuk mengukur berapa kali pertukaran informasi mereka lakukan, setiap kali bertemu, atau bagaimana semut yang berlainan koloni berkomunikasi.

Dari rekaman video tersebut, tim riset menggunakan program komputer yang dapat mengenali semut-semut yang diobservasi dan mampu menghitung berapa kali mereka berinteraksi satu sama lain. Penelitian ini merekam sebanyak 4.628 interaksi semut.

Rata-rata, setiap semut melakukan sekitar 40 kali interaksi. Bahkan, sekitar 10 persen dari semut yang diteliti bisa melakukan lebih dari 100 kali kontak dengan semut lain. Riset tersebut juga mengamati alasan-alasan yang membuat semut ini memiliki kecenderungan lebih, dalam kerja sama dan sosialisasi dengan semut lain.

Para peneliti juga membandingkan jenis hubungan sosial yang mereka jalin dengan sistem pertemanan di jejaring sosial Facebook. Ternyata memang terdapat beberapa persamaan. Hasil riset yang telah muncul di Journal of the Royal Society Interface itu, menemukan bahwa tidak semua semut tersebut aktif dalam hubungan sosial mereka.

Seperti halnya karakter-karakter orang di Facebook, ternyata ada beberapa semut yang hanya berkomunikasi dengan beberapa kenalan di jaringan yang lebih kecil. Namun, ada pula semut yang memiliki jaringan yang lebih besar dan berkomunikasi dengan lingkaran yang lebih besar.


sumber:vivanews.com
Baca Terusannya »»  

Seni Melukis Menggunakan Mikroba

Pada teknik membuat biakan mikroba (jamur dan bakteri), media yang umum digunakan adalah medium agar-agar padat yang ditempatkan pada cawan petri.

Bergantung pada spesies mikroba yang hendak dibiakkan, pada medium agar-agar tersebut biasa dicampur dengan gula sebagai sumber karbon bagi pertumbuhan mikroba, atau sumber makanan lain misalnya kasein




Untuk menumbuhkan mikroba pada medium agar tersebut, sampel mikroba cukup dioleskan pada permukaan medium agar dalam kondisi aseptic.

Koloni bakteri yang tumbuh bisa dilihat menggunakan mata telanjang, berupa lendir yang formasinya terbentuk sesuai dengan arah olesan.

Koloni bakteri berupa lendir ini memiliki bentuk, tingkat kekeruhan, dan warna yang khas untuk setiap spesies. Begitu pula dengan jamur. Koloni jamur yang tumbuh menampakkan hifa (tubuh jamur) yang halus seperti kapas dan berwarna-warni.

Nah, di bawah ini adalah foto-foto biakan mikroba yang dibuat oleh para mikrobiolog. Dengan keahliannya, mereka membiakkan berbagai spesies mikroba dalam satu medium. Ketika koloni mikroba tumbuh beberapa hari kemudian, yang tampak adalah suatu bentuk gambar-gambar cantik nan unik


Jamur Cladosporium herbarum and Rhodotorula sp. (merah).
Jamur dikultur sedemikian rupa membentuk gambar bunga mawar.



Gajah.
Jamur Aureobasidium pullulans and Rhodotorula sp. (bagian hitam).





Tanda tangan.
Bakteri Bacillus sp.





HMS Beagle (kapal layar yang digunakan oleh Charles Darwin - tokoh evolusi.
Bakteri Escherichia coli (E. coli).





Archaeopteryx (burung purba peralihan dari reptil ke aves).
Bakteri Escherichia coli (E. coli).





Cinta.
Jamur Aureobasidium pullulans and Rhodotorula sp. (warna merah).





Topeng komedi (Comedy mask).
Jamur Fusarium sp.





Bioluminescent.
Banyak cawan petri kultur bioluminescent bakteri
yang diatur sedemikian rupa menampakkan struktur molekul DNA.





Topeng tragedi (Tragedy mask).
Bakteri Staphylococcus aureus.





Tengkorak.
Bakteri Escherichia coli.





Evolusi primata.
Bakteri Escherichia coli.






Baca Terusannya »»  

Pengunjung

free counters

Chatting


ShoutMix chat widget